Tugas LKMMTD-Day II

 Nama : Sindy Aprilia

 Kelompok: 17 Plantaris


Permasalahan Yang Pernah Saya Hadapi

Sebagai seorang mahasiswa, saya pernah mengalami satu masalah yang cukup mengganggu proses belajar, yaitu kesulitan menjaga fokus dan konsentrasi dalam belajar, terutama saat menjelang ujian atau ketika banyak tugas harus diselesaikan dalam waktu yang singkat. Masalah ini tidak hanya membuat kemampuan belajar menurun, tetapi juga menimbulkan stres, rasa cemas, dan perasaan tidak percaya diri. Pada akhirnya, saya merasa seperti tidak berkembang meskipun sudah berusaha belajar, karena waktu banyak habis untuk hal-hal yang tidak penting.

Masalah sulit fokus ini sering dialami oleh banyak mahasiswa, terutama di tengah tuntutan perkuliahan yang semakin berat, penggunaan teknologi yang semakin intens, dan tekanan sosial dari lingkungan sekitar. Ketika saya mengalami hal tersebut, saya menyadari bahwa kalau tidak segera diatasi, masalah ini bisa berdampak pada nilai akademik, kesehatan mental, hingga kualitas hidup sehari-hari. Karena itu, saya membuat sebuah perencanaan untuk memahami akar masalahnya dan menentukan langkah-langkah apa saja yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Perencanaan ini dimulai dengan mengamati pola belajar saya sendiri, kemudian memahami kapan dan dalam kondisi apa saya paling mudah kehilangan fokus. Saya juga mencoba memeriksa kembali kebiasaan sehari-hari, termasuk bagaimana saya membagi waktu antara kuliah, tugas, aktivitas pribadi, media sosial, dan istirahat. Dari proses itu, saya menemukan beberapa penyebab utama yang ternyata cukup berpengaruh terhadap masalah yang saya alami.

Identifikasi Penyebab Permasalahannya :

Beberapa penyebab yang saya sadari saat itu:

1. Lingkungan belajar kurang Mendukung: Salah satu penyebab terbesar adalah lingkungan belajar yang tidak kondusif. Kadang saya belajar di tempat yang terlalu ramai, banyak suara bising, atau suasananya tidak nyaman. Tempat belajar yang berantakan, terlalu banyak barang yang tidak diperlukan, hingga pencahayaan yang kurang baik ternyata sangat mempengaruhi fokus saya. Lingkungan seperti ini membuat perhatian saya mudah teralihkan, dan otak sulit mempertahankan konsentrasi dalam waktu lama.

2. Terlalu sering menggunakan gadget dan Media Sosial: Penyebab kedua yang sangat berpengaruh adalah penggunaan gadget, khususnya ponsel. Hampir setiap beberapa menit, saya merasa ingin membuka pesan, media sosial, atau sekadar melihat notifikasi. Kebiasaan ini membuat saya tidak bisa masuk ke “mode fokus” yang stabil. Bahkan ketika sedang belajar, satu notifikasi kecil saja bisa membuat konsentrasi terputus, dan setelah itu saya butuh waktu beberapa menit untuk kembali fokus. Lama-lama, waktu belajar jadi terpecah dan tidak efektif.

3. Tidak memiliki metode belajar yang jelas dan Teratur: Penyebab lainnya adalah saya tidak memiliki metode belajar yang terstruktur. Biasanya saya hanya membaca materi dari awal sampai akhir tanpa strategi tertentu. Hal ini membuat saya cepat bosan, materi terasa berat, dan informasi yang saya pelajari mudah hilang. Selain itu, saya juga tidak mengatur prioritas dalam belajar. Semua tugas dianggap sama pentingnya, sehingga saya mengerjakan semuanya secara acak dan tidak terarah.

4. Manajemen Waktu yang Buruk: Saya sering menunda-nunda tugas dan merasa masih punya banyak waktu, padahal sebenarnya tidak. Akibatnya, pekerjaan menumpuk di akhir dan membuat saya kewalahan. Ketika terlalu banyak tugas harus dikerjakan sekaligus, fokus pun menjadi semakin sulit. Kondisi ini juga meningkatkan stres dan membuat belajar terasa semakin berat.

5. Kelelahan dan Kurang Istirahat: Kadang saya memaksa diri untuk belajar meski tubuh sudah lelah. Karena kurang tidur atau terlalu banyak aktivitas, otak tidak bekerja secara optimal. Kelelahan fisik maupun mental membuat saya sulit berkonsentrasi dalam jangka waktu lama.


Tiga Cara Untuk Mengatasi Masalah:

1. Menciptakan Lingkungan Belajar yang Tenang dan Nyaman: Saya mulai menata tempat belajar agar lebih rapi, sederhana, dan minim distraksi. Semua barang yang tidak dibutuhkan saya singkirkan dari meja belajar. Saya juga memilih tempat yang tenang, seperti perpustakaan atau kamar yang tertata. Pencahayaan dibuat cukup terang, dan saya memastikan ventilasi baik agar tidak merasa pengap. Ketika lingkungan sudah nyaman, fokus lebih mudah tercapai dan proses belajar menjadi lebih menyenangkan.

2. Mengatur Penggunaan Gadget Dengan Lebih Disiplin: Saya membuat aturan untuk diri sendiri, seperti meletakkan ponsel jauh dari jangkauan dan mengaktifkan mode “jangan ganggu” selama belajar. Jika perlu, saya menggunakan aplikasi pengatur durasi penggunaan ponsel. Dengan membatasi waktu bermain gadget, saya bisa benar-benar masuk ke dalam proses belajar tanpa terganggu oleh notifikasi. Cara ini sangat membantu meningkatkan fokus dan membuat waktu belajar menjadi lebih efektif.

3. Menggunakan Metode Belajar dan Manajemen Waktu yang Lebih Efektif: Saya mulai menggunakan beberapa metode belajar seperti mind mapping, teknik pomodoro (25 menit belajar, 5 menit istirahat), dan mencatat ulang materi dengan bahasa sendiri. Dengan cara ini, belajar terasa lebih terarah dan tidak membosankan. Selain itu, saya membuat jadwal harian yang berisi daftar tugas lengkap dengan prioritasnya. Hal ini membantu saya tahu mana yang harus dikerjakan lebih dulu dan mana yang bisa ditunda.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume hari pertama pkkmb unusa

Resume Materi Pkkmb Prodi S1 Keperawatan Unusa